(REVIEW) Beats by Dr Dre Tour (OEM/Grade A++/Non-KW whatever Version)

Aku mau coba ikutan review earphone in-ear keluaran Monster, Beats by Dr Dre Tour (versi OEM/grade A++ atao apalah itu & yg pasti gak Genuine n gk pake control talk/CT). Barang ini aku beli sekitar 1 bulan (nov-11) yg lalu dari seller di kaskus dengan harga IDR 150K. Tadinya sih pengen cari gantinya Sennheiser CX-300 yg diminta sama adik, yaitu CX-400II Precision, nah tapi berhubung harganya masih agak mahal, masih mikir2 lagi untuk beli itu. Iseng2 searching nemu deh ni Tour.

Di bawah gambarnya nih :

  • Build/Material Quality
    • Cheap plastic dari ujung ke ujung, what can you expect from non-genuine item?
    • Durability kurang oke. Housing speakernya baru 2 hari pake waktu nyabut dari kuping udah kebelah di bagian belakang tulisan “L” (earphone sebelah kiri) dan harus tak lem biar kenceng lg
    • Some people jg ngeluh kualitas material build-nya kaco
  • Kelengkapan
    • Mayan komplit, dapet clip, silicon ear bud cadangan ada 3 pasang & dompet bullet
  • Kualitas Audio
    • Kasar dan jelek banget waktu awal buka dus, aku hampir minta refund ke seller-nya. Setelah cari referensi sana sini, memang semua in-ear phone dynamic wajib di-burn in agar keluar karakter aslinya.
    • Karena aku sukanya kebanyakan music yg basisnya adalah elektronik, maka proses burn in make semua genre dari elektronik (House, Dubstep, DNB, Nu jazz, Electronic, etc)
    • Setelah melakukan burn-in selama kurang lebih 30 jam, hasilnya lumayan mengejutkan, yg awalnya kualitas audio-nya kaya sampah sekarang jadi bener2 jauh lebih baik,
    • Memang ni Tour suaranya sangat2 Bass-head determine (untuk kebanyakan orang mungkin akan dirasa berlebihan tp gak mendem/muffled kok suara bass-nya)
    • Vocal-range freq juga oke banget but you can’t expect too much on high-treble frequency. Sound staging juga mayan, walopun kadang2 sering tubrukan antara di mid-freq. High treble freq susah sekali untuk diliat. Suara2 instrumen misalnya kaya hihat atau dry-ride dari cymbal, maracas, tamborine gak terdefinisi dengan baik walopun sebenernya masih wajar

The final words adalah untuk harga IDR150K, Tour emang lumayan worthed untuk pecinta musik elektronik,bass-head type & R&B/Hip-Hop, tapi buat pecinta musik akustik full-band lupakan saja, pasti akan kecewa.. seperti yg sudah tak jelaskan di atas, hi-freq susah terdefinisi dengan baik. In my personal opinion aku bisa ngasi nilai 7/10.
Terus terang aku belum pernah nyoba yang aslinya, tapi kalo menurut review2 untuk Tour genuine karakternya jg hampir sama yaitu bass determined. Review ini bersifat relative dari pandanganku, karakter yang diinginkan setiap orang memang berbeda2, setidaknya syukur2 bisa bantu untuk mendapatkan pencerahan sedikit😀. Sori sebelumnya, kalo review-nya kurang bagus maklum lagi coba2 review nih, hehe.

4 comments

  1. baru beli juga nih tour abal2, pertama kali denger sungguh mengecewakan suaranya. serasa pake earphone < 50rb. Apa setelah di burn in bener lebih baik? wah dicoba deh🙂. nice review😉

  2. aq punya yg tour OEM…..juga punya urbeat original…….perbedaannya jauh…meskipun uda diburn in selama berapa puluh jam………tour uda aq beli 2 bulanan dipake tiap hari….kemarin pas lg dapet thr beli urbeat …….ada harga ada kualitas…..kl c mau gaya2an gpplah pke yg OEM…kl yg mau kualitas suara..mending beli yg original….mahal sih emang…tapi harga ga bisa bohong…..

    1. Googling aja bro.. Sebenernya banyak metode, tp burn in yg saya lakukan biarin tu earphone di panteng berhari2 dengan volume 75-90% dengan musik dominan bass & treble.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s